Home Daftar Isi
Showing posts with label Hamka. Show all posts
Showing posts with label Hamka. Show all posts

KEPADA SAUDARAKU M. NATSIR

Karya : Buya Hamka

Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga benar
Cita Muhammad biarlah lahir


HAMKA : Tanda-Tanda Orang Berakal

Sebagai seorang ulama besar dan ternama, karya Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) selalu mampu mencerahkan hati dan pikiran pembaca sepanjang masa. Karyanya tidak hanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan agama, tetapi Buya Hamka melalui kreativitas olah pikirnya yang dalam juga mampu menuangkan pemikirannya dalam ranah kesusasteraan dan filsafat. Dengan gaya penulisan yang mengalir, melalui contoh-contoh deskripsi yang hidup, karya Buya Hamka begitu renyah untuk dinikmati para pembaca.

Hamka Keluarga Haji Rasul

Ketika pertama kali pergi ke Mekah untuk berguru kepada Syaikh Ahmad Khatib Minangkabauwi, Haji Rasul menetap di negeri itu selama tujuh tahun (1894-1901). Sekembali ke kampung halaman, beliau dilantik sebagai “putera mahkota” Tuanku Kisa-i dengan diberi gelar Tuanku Syeikh Nan Mudo. Bersamaan dengan itu, ayahnya pun mendapat gelar Tuanku Syeikh Nan Tuo.

Ayah Hamka - Haji Rasul, Tokoh Tajdid Nusantara

Di antara murid-murid Tuanku Pariaman, terdapat seorang ulama terkenal asal Nagari Danau (Maninjau) bernama Abdullah Saleh yang kemudian menjadi penguasa di Guguk Katur sehingga digelari Tuanku Syaikh Guguk Katur. Abdullah Saleh dikawinkan dengan puteri Tuanku Pariaman bernama Siti Saerah. Buah perkawinan mereka adalah Amrullah dan Bayanullah.

Nenek Moyang Hamka Darah Pejuang Panglima Perang Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Pariaman adalah seorang panglima perang Tuanku Imam Bonjol di masa perang melawan penjajah Belanda yang dikenal sebagai “Perang Paderi” (1821-1837). Dia seorang ulama dari Pauh Pariaman bernama Abdullah Arif yang datang ke Minangkabau dan bergiat dalam dakwah di “Ampat Koto Agam” yakni Koto Tuo, Koto Gadang, Bangka, dan Guguk. Tuanku Pariaman semula tidak tertarik melibatkan diri dalam konflik melawan Belanda yang telah dikobarkan Kaum Paderi, di bawah komando Tuanku Nan Renceh.

Hamka : Dan Aku Pun Masukkan Dalam Daftarmu

Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal sebagai Hamka, lahir 16 Februari 1908 di Ranah Minangkabau, Desa Kampung Molek, Nagari Sungai Batang, di tepian danau Maninjau, Luhak Agam, Sumatera Barat. Nama kecilnya adalah Abdul Malik, sedangkan Karim berasal dari nama ayahnya, Haji Abdul Karim dan Amrullah adalah nama dari kakeknya, Syeikh Muhammad Amrullah.

 

© Created by Oki Parlin